Puisi 1
"Peluk yang Tak Pernah Hilang"
Di tengah lelah dan hari yang berat,
Ada rumah tempatku kembali dekat.
Wajah-wajah yang selalu menanti,
Dengan senyum tulus, tanpa pamrih.
Ayah bekerja tanpa keluh,
Ibu mengajar dengan hati penuh.
Saudara kadang bikin marah,
Tapi tanpanya, hidup terasa gersang parah.
Mereka tak sempurna, aku pun begitu,
Namun cinta kami saling menyatu.
Walau badai datang bertubi-tubi,
Keluarga tetap tempatku berdiri.
Tak semua bisa kupeluk setiap saat,
Tapi doa selalu jadi pengikat erat.
Keluarga bukan hanya soal darah,
Tapi tentang hati yang tak pernah menyerah.
Komentar
Posting Komentar